Azwin dan Zulfa Bawa Gagasan OSIS yang Solid dan Aspiratif

{[["☆","★"]]}

 

  
DOK/ELMIFFA. Pasangan calon nomor urut 3

KUDUS,– Menjelang Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) MA NU Miftahul Falah periode 2026/2027, pasangan calon M. Azwin Sholahuddin dan Zulfa Aulina Firmanti menawarkan gagasan untuk membangun OSIS yang solid, aspiratif, aktif, berprestasi, dan berkarakter.

Pasangan yang maju sebagai Paslon 03 tersebut mengusung visi “Mewujudkan OSIS yang solid dan aspiratif untuk sekolah yang aktif, berprestasi dan berkarakter.”

Azwin dan Zulfa menjabarkan visi tersebut melalui tiga misi utama, yakni fokus pada peningkatan prestasi akademik dan nonakademik, menampung serta menyalurkan aspirasi siswa, dan menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, bersih, serta nyaman.

Menurut Azwin dan Zulfa, visi dan misi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan prestasi siswa sekaligus menjadikan OSIS sebagai wadah untuk mendengar dan menyalurkan aspirasi seluruh siswa.

Berbekal Pengalaman Organisasi

Pengalaman mengikuti kegiatan OSIS pada periode sebelumnya menjadi salah satu bekal Azwin dan Zulfa dalam pencalonan. Dari pengalaman tersebut, keduanya mengaku mendapatkan pembelajaran mengenai kepemimpinan, pengelolaan kegiatan, koordinasi dengan tim, hingga kedisiplinan waktu.

Pengalaman tersebut menjadi modal untuk memahami dinamika organisasi serta menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus OSIS.

Azwin dan Zulfa juga menempatkan komunikasi sebagai salah satu hal penting dalam menjalankan organisasi. Mereka berkomitmen membangun hubungan yang terbuka dan tidak membeda-bedakan siswa, sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Hubungan dengan guru dan staf madrasah akan dijaga melalui sikap sopan, menghargai pendapat, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Sementara komunikasi dengan orang tua akan dilakukan melalui penyampaian informasi mengenai kegiatan OSIS maupun hal penting yang berkaitan dengan siswa.

Menurut keduanya, salah satu tantangan OSIS saat ini adalah belum optimalnya komunikasi antara pengurus dan siswa. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian ide dan aspirasi belum tersampaikan dengan baik.

Karena itu, komunikasi akan diperkuat melalui forum diskusi, keterlibatan perwakilan kelas, serta program yang memungkinkan siswa menyampaikan gagasannya secara langsung.

Usung Program Kotak Aspirasi

Salah satu program utama yang ditawarkan Azwin dan Zulfa adalah Kotak Aspirasi Siswa. Program tersebut dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide, usulan, maupun aspirasi terkait kehidupan di madrasah.

Aspirasi yang terkumpul nantinya akan dibahas bersama dalam forum yang melibatkan perwakilan dari masing-masing kelas.

“Program kami yaitu membuat kotak aspirasi siswa. Kotak tersebut nantinya akan menampung berbagai aspirasi dan argumen dari teman-teman untuk mengusulkan ide atau sesuatu yang nantinya akan dibahas bersama dalam sebuah forum rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kelas,” ungkap Azwin dan Zulfa.

Melalui program tersebut, mereka berharap siswa memiliki ruang yang lebih terbuka untuk menyampaikan gagasan sekaligus ikut terlibat dalam pembahasan program OSIS.

Dalam menghadapi konflik internal OSIS maupun persoalan dengan pihak sekolah, Azwin dan Zulfa memilih pendekatan komunikasi dan musyawarah.

Mereka akan mendengarkan pandangan dari berbagai pihak, memahami akar persoalan, kemudian membahas solusi melalui diskusi terbuka. Pendapat anggota OSIS maupun pihak sekolah akan menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Menurut keduanya, cara tersebut diperlukan agar penyelesaian masalah tidak dilakukan secara terburu-buru dan dapat diterima oleh pihak-pihak yang terlibat.

Selain organisasi, Azwin dan Zulfa menyadari bahwa tugas utama mereka sebagai siswa tetap harus diperhatikan. Karena itu, pengaturan waktu menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan OSIS.

Keduanya akan membuat jadwal yang terencana dengan menempatkan tugas akademik sebagai prioritas. Kegiatan OSIS akan dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan, sementara waktu istirahat, keluarga, dan aktivitas pribadi tetap dijaga.

Dengan gagasan tersebut, Azwin dan Zulfa berharap OSIS MA NU Miftahul Falah dapat menjadi organisasi yang lebih terbuka terhadap aspirasi siswa, solid dalam bekerja, serta mampu mendorong terciptanya madrasah yang aktif, berprestasi, dan berkarakter. (Aulal Baro)

Posting Komentar

0 Komentar