KUDUS,–
Menjelang Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) MA NU Miftahul Falah periode
2026/2027, pasangan calon M. Azwin Sholahuddin dan Zulfa Aulina Firmanti
menawarkan gagasan untuk membangun OSIS yang solid, aspiratif, aktif,
berprestasi, dan berkarakter.
Pasangan
yang maju sebagai Paslon 03 tersebut mengusung visi “Mewujudkan OSIS yang solid
dan aspiratif untuk sekolah yang aktif, berprestasi dan berkarakter.”
Azwin
dan Zulfa menjabarkan visi tersebut melalui tiga misi utama, yakni fokus pada
peningkatan prestasi akademik dan nonakademik, menampung serta menyalurkan
aspirasi siswa, dan menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, bersih, serta
nyaman.
Menurut
Azwin dan Zulfa, visi dan misi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan
prestasi siswa sekaligus menjadikan OSIS sebagai wadah untuk mendengar dan
menyalurkan aspirasi seluruh siswa.
Berbekal Pengalaman Organisasi
Pengalaman
mengikuti kegiatan OSIS pada periode sebelumnya menjadi salah satu bekal Azwin
dan Zulfa dalam pencalonan. Dari pengalaman tersebut, keduanya mengaku
mendapatkan pembelajaran mengenai kepemimpinan, pengelolaan kegiatan,
koordinasi dengan tim, hingga kedisiplinan waktu.
Pengalaman
tersebut menjadi modal untuk memahami dinamika organisasi serta menjalankan
tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus OSIS.
Azwin
dan Zulfa juga menempatkan komunikasi sebagai salah satu hal penting dalam
menjalankan organisasi. Mereka berkomitmen membangun hubungan yang terbuka dan
tidak membeda-bedakan siswa, sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Hubungan
dengan guru dan staf madrasah akan dijaga melalui sikap sopan, menghargai
pendapat, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Sementara komunikasi
dengan orang tua akan dilakukan melalui penyampaian informasi mengenai kegiatan
OSIS maupun hal penting yang berkaitan dengan siswa.
Menurut
keduanya, salah satu tantangan OSIS saat ini adalah belum optimalnya komunikasi
antara pengurus dan siswa. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian ide dan
aspirasi belum tersampaikan dengan baik.
Karena
itu, komunikasi akan diperkuat melalui forum diskusi, keterlibatan perwakilan
kelas, serta program yang memungkinkan siswa menyampaikan gagasannya secara
langsung.
Usung Program Kotak Aspirasi
Salah
satu program utama yang ditawarkan Azwin dan Zulfa adalah Kotak Aspirasi Siswa.
Program tersebut dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide,
usulan, maupun aspirasi terkait kehidupan di madrasah.
Aspirasi
yang terkumpul nantinya akan dibahas bersama dalam forum yang melibatkan
perwakilan dari masing-masing kelas.
“Program
kami yaitu membuat kotak aspirasi siswa. Kotak tersebut nantinya akan menampung
berbagai aspirasi dan argumen dari teman-teman untuk mengusulkan ide atau
sesuatu yang nantinya akan dibahas bersama dalam sebuah forum rapat yang
dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kelas,” ungkap Azwin dan Zulfa.
Melalui
program tersebut, mereka berharap siswa memiliki ruang yang lebih terbuka untuk
menyampaikan gagasan sekaligus ikut terlibat dalam pembahasan program OSIS.
Dalam
menghadapi konflik internal OSIS maupun persoalan dengan pihak sekolah, Azwin
dan Zulfa memilih pendekatan komunikasi dan musyawarah.
Mereka
akan mendengarkan pandangan dari berbagai pihak, memahami akar persoalan,
kemudian membahas solusi melalui diskusi terbuka. Pendapat anggota OSIS maupun
pihak sekolah akan menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Menurut
keduanya, cara tersebut diperlukan agar penyelesaian masalah tidak dilakukan
secara terburu-buru dan dapat diterima oleh pihak-pihak yang terlibat.
Selain
organisasi, Azwin dan Zulfa menyadari bahwa tugas utama mereka sebagai siswa
tetap harus diperhatikan. Karena itu, pengaturan waktu menjadi bagian penting
dalam menjalankan kegiatan OSIS.
Keduanya
akan membuat jadwal yang terencana dengan menempatkan tugas akademik sebagai
prioritas. Kegiatan OSIS akan dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan,
sementara waktu istirahat, keluarga, dan aktivitas pribadi tetap dijaga.
Dengan
gagasan tersebut, Azwin dan Zulfa berharap OSIS MA NU Miftahul Falah dapat
menjadi organisasi yang lebih terbuka terhadap aspirasi siswa, solid dalam
bekerja, serta mampu mendorong terciptanya madrasah yang aktif, berprestasi,
dan berkarakter. (Aulal Baro)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 Komentar