Menggapai Keberkahan Ramadan dengan Ragam Kebaikan

{[["☆","★"]]}

Oleh:

Melvi Eka Arfiani

(Peserta didik MA NU Miftahul Falah Kelas XI IPS B)


Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh akan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ramadan ini, seluruh umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 berikut,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Yang artinya: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (puasa) agar kamu bertakwa.” (Surah Al-Baqarah : 183)

Selain menunaikan ibadah puasa, pada bulan Ramadan ini tentunya banyak umat muslim yang turut berlomba-lomba untuk mengerjakan amal kebaikan dan sunnah-sunnah Nabi. Dikarenakan, pada bulan ramadhan ini Allah melipat gandakan pahala yang di dapat oleh hamba-Nya apabila ia mau melakukan amal kebaikan. Juga, orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Hal ini tentu sejalan dengan hadits Rasulullah saw yang bersabda sebagaimana berikut, 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Artinya: Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

 Untuk mendapat pahala yang berlipat ganda itu, kita dapat melakukannya mulai dari hal-hal kecil yang dapat kerjakan di waktu luang kita. Contohnya seperti tadarus Al-qur'an, yang memang sudah tercantumkan dalam Al-Quran surah Al-An'am : 155,

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS. Al-An'am : 155)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Al-Quran merupakan kitab yang di berkahi, sehingga kita diharuskan untuk selalu membaca dan menjaga Al-Quran. Terlebih pada bulan ramadhan Al-qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang biasanya kita sebut sebagai Nuzulul Qur’an. Hal ini tentu membuktikan berkahnya Al-qur’an di bulan suci ramadhan. Selain tadarus Al-Quran, kita juga dapat melaksanakan sholat-sholat sunnah, seperti salat dhuha, salat tahajut, salat witir dan salat-salat sunnah lainnya. Terlebih salat tarawih yang merupakan salat yang hanya bisa dilaksanakan saat bulan ramadhan saja. 

Kegiatan-kegiatan Itu hanya contoh kecil dari banyaknya kebaikan yang dapat kita lakukan untuk rohani kita. Nah, selain untuk rohani, kita juga perlu melakukan kebaikan untuk jasmani kita pada bulan ramadhan ini. Contohnya, kita dapat melakukan olahraga di waktu pagi. Waktu di mana udara masih segar, sehingga dapat meningkatkan kebugaran tubuh kita, apalagi saat puasa ini.

Atau juga, apabila kita memiliki waktu luang yang banyak, kita dapat pergi mengikuti acara-acara yang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, seperti mengikuti kajian kitab, seminar-seminar tentang keagamaan, yang mana itu nanti akan membuat ilmu pengetahuan tentang agama kita semakin dalam.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, tidak hanya meningkatkan ilmu pengetahuan, melainkan kita juga mendapat pahala apabila kita mau menerapkan ilmu yang kita dapat tadi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga membuat ramadhan kita ini penuh akan manfaat, berkah dan pahala.

Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya terlebih di bulan ramadhan merupakan sebuah hal yang patut diperhatikan. Puasa bukan sebagai dalih untuk bermalas-malasan tapi sebagai media perlombaan untuk mengejar kemenangan ramadhan dengan beragam kegiatan baik sebagaimana telah dipaparkan tadi. Tidak harus muluk-muluk dengan target yang besar namun dengan kegiatan kecil nan istiqomah. 

Memanfaatkan waktu ini tentu sejalan dengan hadits Rasulullah Saw yang pernah bersabda kepada seorang laki-laki dan menasihatinya; "Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu." (HR Nasai dan Baihaqi)



Melvi Eka Arfiani

(Peserta didik MA NU Miftahul Falah XIB)

Posting Komentar

0 Komentar