Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang aktif di bidang
lingkungan dan konservasi, yaitu Ketua PEKAMURIA Teguh Budi W., anggota Komisi
E DPRD Provinsi Jawa Tengah Arif Wahyudi, S.H., penulis sekaligus pemerhati
konservasi Muria Fawaz Al Batawy, serta perwakilan KRESEK Indonesia, Faisal
Adam.
Dalam pemaparannya, para narasumber mengajak generasi muda untuk
lebih peduli terhadap kelestarian Gunung Muria. Salah satu fakta yang
disampaikan adalah keberadaan 118 spesies burung yang hidup di kawasan Muria
sebagai kekayaan hayati yang harus dijaga bersama. Seminar juga membahas
fenomena satwa liar, seperti macan yang beberapa kali turun ke permukiman untuk
mencari mangsa. Solusi yang disosialisasikan PEKAMURIA kepada masyarakat adalah
membangun kandang ternak yang lebih aman sehingga dapat meminimalkan konflik
antara manusia dan satwa liar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai sejarah
konservasi Muria dari Fawaz Al Batawy serta perjalanan KRESEK Indonesia yang
telah bergerak dalam aksi lingkungan sejak tahun 2015.
Mengusung moto "Hutan adalah amanah, menjaganya adalah
ibadah," seminar ini menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam
sebagai tanggung jawab bersama.
Salah satu delegasi MA NU Miftahul Falah, Adonia Najla Raisa,
mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti seminar.
"Seminar ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih memahami
kondisi Gunung Muria saat ini, pentingnya menjaga habitat satwa, serta peran
generasi muda dalam melestarikan lingkungan. Semoga ilmu ini bisa kami terapkan
dan bagikan kepada teman-teman di madrasah," ujarnya.
Hal senada disampaikan Izzatul Maulida Pratama. Menurutnya,
kegiatan tersebut membuka wawasan mengenai pentingnya konservasi lingkungan
yang dimulai dari tindakan sederhana.
"Saya senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Banyak
ilmu baru yang saya dapatkan, mulai dari keanekaragaman hayati Muria hingga
upaya menjaga keseimbangan alam. Semoga semakin banyak pelajar yang peduli
terhadap lingkungan karena menjaga alam berarti menjaga masa depan," ungkapnya.
Keikutsertaan delegasi MA NU Miftahul Falah dalam Seminar
Konservasi PEKAMURIA menjadi wujud komitmen madrasah dalam menumbuhkan karakter
murid yang peduli terhadap lingkungan, memiliki wawasan kebangsaan,
serta siap menjadi generasi yang berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam
sesuai nilai-nilai keislaman dan semangat cinta lingkungan.
Penulis: Humas MA NU Miftahul Falah

.jpeg)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 Komentar