Waktu Turunnya Lailatul Qodar Menurut Para Ulama dan Do'a Khusus Lailatul Qadar

{[["☆","★"]]}

Waktu Turunnya Lailatul Qodar Menurut Para Ulama dan Do'a Khusus Lailatul Qadar



Tak terasa Ramadhan tahun ini berlalu begitu cepat. Besok malam kita sudah memasuki sepertiga terakhir dari bulan ramadhan. Sepertiga yang sangat dinantikan seluruh umat islam di dunia karena didalamnya diyakini terdapat lailatul qodar. 

Salah satu hal khusus yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW adalah Lailatul Qodar. 

Lailatul Qodar dalam banyak keterangan disebutkan lebih baik daripada seribu bulan atau sama dengan 83 tahun 4 bulan yang didalamnya tidak ada lailatul qodarnya. 

Ini berarti  ibadah yang kita lakukan dimalam lailatul qodar itu berpahala lebih daripada ibadah kita diwaktu selama 83 tahun 4 bulan yang tidak ada lailatul qodarnya. 

Sebab Allah memberikan Lailatul Qodar kepada Nabi Muhammad SAW adalah kegundahan hati Nabi ketika melihat usia umat terdahulu yang sangat panjang. 

Seperti usia umat Nabi Nuh yang sampai ratusan tahun. Dalam hati Nabi berpikir apa bisa umatku yang usianya pendek-pendek ini menandingi ibadah-ibadah umat nabi-nabi terdahulu. 

Dengan rahmat-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjawab kegundahan Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam dan diberikan satu malam yang bobot dan nilai ibadahnya melebihi seribu bulan. Malam itu bernama Lailatul Qodar. 

Lantas kapan turunnya Lailatul Qodar itu ?

Berikut kami kutipan beberapa pendapat para Ulama'.

1. Menurut Imam Malik, Lailatul Qodar tidak khusus di bulan Ramadhan saja. Bisa saja jatuh di selain bulan Ramadhan, namun pada umumnya Lailatul Qodar jatuh dibulan Ramadhan. 

Mengenai tanggal pastinya Imam Malik tak secara terperinci menjelaskan. Beliau hanya berpendapat bahwa Lailatul Qodar bisa kita raih mulai tanggal 1 Ramadhan. Dan yang paling bisa diharapkan adalah sepertiga akhir dari bulan Ramadhan. 

2. Menurut Imam Syafi'i dan Imam Abu Hanifah, Lailatul Qodar khusus jatuh di bulan Ramadhan.  

Adapun mengenai tanggalnya beliau berdua sepakat di sepuluh malam yang terakhir dan dimalam ganjil lebih bisa dipastikan,apalagi kalau malam ganjil jatuh dimalam Jum'at. 


3. Menurut Sahabat Nabi yakni Abdullah Ibnu Abbas dan Ubay bin Ka'ab, Lailatul Qodar jatuh di malam 27 Ramadhan. Alasannya antara lain;

     a.  Allah itu suka bilangan yang ganjil. Dari sekian bilangan ganjil yang paling disukai Allah adalah angka 7. Lihatlah langit dan bumi berjumlah masing-masing  7, hari dalam sepekan juga berjumlah 7, neraka jumlahnya juga 7, anggota anggota badan untuk sujud juga berjumlah 7 dan masih banyak lagi

      b. Alasan kedua kenapa Lailatul Qodar jatuh malam ke 27 Ramadhan adalah jumlah huruf hijaiyyah dalam lafadz lailatul qodar itu ada 9. Sementara Lailatul Qodar dalam surat AlQodar disebut sebanyak 3 kali. Maka 9 x 3 = 27. 

      c. Alasan yang ketiga yakni dalam surat AlQodar itu jumlah lafadznya ada 30. Sementara yang jatuh pada lafadz yang ke 27 adalah lafadz (هي) yang ruju'/ kembali/ yang berarti lailatul qodar. Maka dari itu dengan sekian analisis tadi,Imam Ibnu Abbas berpendapat bahwa lailatul qodar jatuh pada malam ke 27 Ramadhan. 

4. Menurut imam Ghozali lailatul qodar bisa diketahui dari awal hari bulan Ramadhan_

-jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar malam 29

-Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21

-Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar malam 27

-Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25

-Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23. 

5. Dalam kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV dijelaskan_:

-Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 29

-Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21

-Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 27

-Jika awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qodar malam 19

-Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25

-Jika awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17

-Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23

6. Dalam kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I:

-Jika awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qodar malam 29

-Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 21

-Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 27

-Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 29

-Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 25

-Jika awal Raamadhan hari Rabu maka lailatul qadar malam 27

-Jika awal Ramadhan hari Kamis maka malam ganjil setelah malam 20


Amalan-amalan sepertiga akhir bulan Ramadhan

Sebenarnya banyak sekali ibadah-ibadah yang bisa kita lakukan dimalam-malam bulan Ramadhan. . Namun dalam kitab Fathul Mu'in disebutkan  ibadah-ibadah utama yang bisa dilakukan seseorang pada sepertiga akhir bulan Ramadhan yakni;

1. I'tikaf

2. Memperbanyak membaca alqur'an

3. Memberi nafaqoh lebih bagi keluarga.

4. Memperbanyak sedekah

Jika kita merasa berat dalam qiyamul lail semalam suntuk untuk menghidupkan Lailatul Qodar maka kita bisa memilih ayat-ayat Qur'an yang punya fadhilah-fadhilah dan pahala yang banyak untuk kita baca, misalnya:

a. Ayat Kursi yang merupakan ayat paling utama dalam Alqur'an. 

b. 3 ayat terakhir surat Al Baqoroh. 

c.  Surat Az Zalzalah  pahalanya sekali membacanya sama dengan membaca separuh Alqur'an. 

d. Surat Alkafirun yang pahalanya sama dengan membaca seperempat Alqur'an

e. Surat Al ikhlas yang pahalanya sama dengan membaca sepertiga Alqur'an. 

f. Membaca surat Yasin yang merupakan hati dari Alqur'an (memuat semua isi Alqur'an)

Selain surat-surat tersebut di malam-malam terakhir bulan Ramadhan kita juga sebaiknya memperbanyak istigfar, tasbih, tahmid, tahlil, sholawat dan bacaan dzikir-dzikir yang lain. 


Do'a Khusus Lailatul Qodar

Hadits Shohih yang bersumber dari Sayyidah 'Aisyah bahwa pernah suatu kali Sayyidah 'Aisyah bertanya pada Rasulullah tentang do'a apa yang dibaca ketika Lailatul Qodar. Rasul  menjawab  perbanyak do'a

اللهم انك عفو كريم تحب العفو فاعف عني. 


Penulis: 

Abdullah Yusuf

Guru MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus


Referensi

1. Tafsir Jalalain

2. Tafsir Hasyiyah Asshowi

3. Hasyiyah Albaijuri 

4. Tanwirul Ma'ali

Posting Komentar

0 Komentar