Acara diawali dengan lantunan sholawat yang dibawakan secara bersama-sama oleh seluruh peserta dan diiringi oleh grup rebana El Miffa. Suasana religius terasa kental, mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj.
Selaras dengan tema kegiatan, “Ingat Isra Mi’raj, Ingat dan Jagalah Sholat Lima Waktu”, Kepala MA NU Miftahul Falah, Moh. Ali Nuhin, dalam sambutannya mengingatkan para siswa akan pentingnya menjaga sholat lima waktu. Ia menegaskan bahwa sholat merupakan kebutuhan utama seorang muslim yang harus dilaksanakan atas dasar kecintaan, bukan sekadar kewajiban.
“Sholat adalah kebutuhan yang harus kita laksanakan atas dasar kecintaan. Jika sholat dijaga dengan baik dan dilaksanakan sesuai ilmu, maka Islam dan kehidupan kita juga akan menjadi baik,” ujar Moh. Ali Nuhin
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ibadah sholat mengandung banyak pelajaran penting bagi kehidupan umat manusia, termasuk para santri atau siswa dan siswi MA NU Miftahul Falah. Dari ibadah sholat, terdapat berbagai pelajaran penting yang dapat diambil. Pertama, sholat mengajarkan ketertiban, khususnya ketertiban waktu. Sebagai santri dan pelajar, ketertiban harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kedua, sholat melatih kedisiplinan waktu. Nilai kedisiplinan ini, lanjutnya, harus terus ditingkatkan dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Ketiga, sholat juga mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan. “Gerakan-gerakan dalam sholat, jika dilakukan dengan benar, secara medis terbukti berdampak positif bagi kesehatan. Tanpa kesehatan, kita tidak akan mampu beraktivitas dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, sholat juga mengajarkan kebersihan dan kesucian, baik secara fisik maupun batin. Kepala madrasah mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan berawal dari kebiasaan menjaga kebersihan.
Pada akhir sambutannya, Moh. Ali Nuhin mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan bulan Rajab dan peringatan Isra Mi’raj sebagai pintu gerbang menuju bulan Ramadan. Momentum ini diharapkan dapat menjadi sarana persiapan untuk menempa jiwa dan raga agar lebih siap menyambut bulan suci Ramadan.
Reporter:
Shaluna Siva Rahmadani (XIC)
Aqillatun Nisfa (XA)


.jpeg)

.jpeg)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 Komentar