Madrasah NU Miftahul Falah Teguhkan Nilai Moderasi dan Akhlak dalam Peringatan Harlah NU ke-103

{[["☆","★"]]}

Kudus, Manu-miffa.sch.id - Madrasah NU Miftahul Falah menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama’ ke-103 pada Ahad, 4 Januari 2026. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik sebagai wujud penghormatan atas perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan NU.

Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Noor Sa’id menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya peserta didik Madrasah NU Miftahul Falah untuk senantiasa mentaati ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, yaitu tawassuth, tawazzun, dan tasammuh.

 “Kita harus mengikuti konsep NU, di antaranya adalah tawassuth, berada di tengah-tengah, tidak pasif dan lemah, tapi juga tidak radikal. Yang kedua tawazzun, yaitu seimbang, dan yang ketiga tasammuh atau toleransi, mengelola perbedaan dengan baik untuk tercipta keharmonisan dalam beragama.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, Bapak Noor Sa’id juga menekankan bahwa di era modern, peserta didik tidak hanya dituntut untuk “melek teknologi”, tetapi juga harus memiliki pemahaman ilmu agama yang kuat sebagai pondasi dalam bersikap dan bertindak. Kemajuan teknologi, menurut beliau, harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman agar melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.

Amanat tersebut ditutup dengan penegasan yang menjadi pesan utama peringatan Harlah NU ke-103 di madrasah ini, “Yang terakhir dan yang paling penting adalah membangun akhlakul karimah di atas ilmu. Kita harus moderat.” Pesan ini meneguhkan komitmen Madrasah NU Miftahul Falah bahwa akhlakul karimah tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.

Melalui peringatan Harlah NU ke-103 ini, Madrasah NU Miftahul Falah berharap seluruh peserta didik semakin kokoh dalam memegang nilai-nilai ke-NU-an, mampu menjadi pelajar moderat yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Upacara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Aniq Abdullah, memohon keberkahan, keselamatan, serta keistiqamahan seluruh warga madrasah dalam mengamalkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama’ dalam kehidupan sehari-hari.


penulis

Tim Redaksi El Miffa

Posting Komentar

0 Komentar