Seminar Motivasi Warnai Mini Expo Pendidikan MA NU Miftahul Falah

{[["☆","★"]]}

  

Kudus, manu-miffa.sch.id – Pelaksanaan Mini Expo Pendidikan MA NU Miftahul Falah tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran pendidikan, madrasah juga menghadirkan seminar motivasi dengan dua narasumber inspiratif, yakni K.H. Ahmad Bahruddin, S.Pd.I., M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Tasywiqul Furqon Kudus, serta Ferdy Arif Saputra, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga alumni MA NU Miftahul Falah.

Kegiatan seminar motivasi tersebut dipandu oleh moderator Una Lailis Tsani, S.Pd. dan Ahmad Habib Abdu’i, S.Pd. Seminar ini bertujuan membekali siswa tidak hanya dengan informasi pendidikan, tetapi juga dengan mental, motivasi, dan visi perjuangan setelah kelulusan.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Abdullah Yusuf, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Madrasah, Moh. Ali Nuhin. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu. “Konsep Islam tentang ilmu sudah jelas bahwa iman dan ilmu merupakan dua pilar utama. Iman tanpa ilmu kurang sempurna, sedangkan ilmu tanpa iman akan menimbulkan kerusakan.”

Lebih lanjut Moh. Ali Nuhin mengingatkan para siswa bahwa menuntut ilmu tidak memiliki batas waktu, sebagaimana ungkapan minal lahdi ilal lahdi, sehingga tidak boleh berhenti hanya sampai di MA NU Miftahul Falah, melainkan harus terus dilanjutkan baik di perguruan tinggi maupun di pondok pesantren.

Pada sesi materi, K.H. Ahmad Bahruddin, S. Pd. I., M. Pd. menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan. “Kelulusan itu bukan garis akhir, tetapi starting line untuk melanjutkan perjuangan di jenjang kehidupan berikutnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dunia saat ini membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar nilai rapor. Menurutnya, santri memiliki keunggulan berupa ketangguhan mental serta barokah dari para kiai yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman. Ia juga mengingatkan agar alumni tidak menjadi pribadi yang pasif dan terus bergerak serta berkontribusi di tengah masyarakat.

        Lebih lanjut, K.H. Ahmad Bahruddin mendorong santri untuk berani menjadi akademisi yang mendakwahkan ilmunya melalui mimbar akademik. Ia bahkan menegaskan pentingnya santri melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor dan profesor agar mampu mewarnai kebijakan pendidikan di masa depan.

Sementara itu, narasumber kedua, Ferdy Arif Saputra, membagikan pengalamannya sebagai alumni MA NU Miftahul Falah yang kini menempuh pendidikan di UGM.

“Saya sebagai santri dari MA NU Miftahul Falah ternyata bisa masuk perguruan tinggi negeri ternama. UGM, UI, ITB itu bukan hanya milik siswa SMA negeri, tapi kita juga berhak dan bisa masuk ke sana asalkan mau berusaha,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama di madrasah, seperti tawassul, ikhtiar, dan doa.

“Setiap langkah saya di UGM selalu saya sertai doa. Semakin naik semester, tantangannya semakin berat, jadi usaha saja tidak cukup tanpa doa,” ujarnya.

        Menutup penyampaiannya, Ferdy memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap optimistis dan berani bermimpi besar.

“Jangan pesimis. Ayo MA NU Miftahul Falah go nasional. Lokal itu penting, tapi jangan berhenti di situ. Kita juga harus berani melangkah ke tingkat nasional bahkan internasional,” pesannya.

Pesan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Ulia Rahma Fitriani, siswi kelas XII-A, mengaku seminar tersebut sangat membangkitkan semangatnya.

“Seminarnya seru sekali, dapat ilmu dan motivasi yang luar biasa. Cerita pengalaman narasumber benar-benar membuka pikiranku yang sempat bingung menentukan langkah setelah lulus,” ujarnya.
Ia juga mengingat pesan Ferdy yang membekas di benaknya, yakni,“Urusan malu nanti, yang penting berani.”

Melalui seminar motivasi ini, MA NU Miftahul Falah berharap para siswa kelas XII memiliki kepercayaan diri, semangat juang, serta kesiapan mental dalam menapaki jenjang kehidupan berikutnya.

 

Reporter

Shaluna Siva Rahmadani

(Siswa kelas XIC MA NU Miftahul Falah)

Posting Komentar

0 Komentar