Ada Apa di Malam Nishfu Sya'ban?

{[["☆","★"]]}

 

Malam Nisfu Sya'ban adalah malam yang di dalamnya banyak keistimewaan. Apa saja keistimewaan Malam Nishfu Sya'ban?

Diantaranya adalah bahwa Malam Nishfu Sya'ban adalah salah satu malam mustajabnya doa. Diriwayatkan bahwa:

خَمْسُ لَيالٍ لا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ وَلَيْلَةُ الجُمُعَةِ وَلَيْلَةُ الفِطْرِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ

 “Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak pada malam-malam itu, yaitu: malam pertama di bulan Rajab, malam pertengahan di bulan Sya’ban, malam Jum’at, malam (idul) fitri dan malam idul-adha” (HR. Al-Baihaqi dalam kitab Syua’bil Iman 3440)

 Dalam sebuah hadits juga disebutkan :

 إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَتَهَا، وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجر

"Apabila (tiba) malam pertengahan pada bulan Sya’ban, maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku?, maka Aku akan mengampuninya. Adakah orang yang meminta rezeki?, maka Aku akan memberinya rezeki. Adakah orang yang meminta pada-Ku?, maka akan Aku beri. Adakah yang begini, dan adakah yang begini, hingga terbit fajar’." (HR. Al-Baihaqi 3542)

Keistimewaan Malam Nisfu Sya'ban lagi menurut Syekh Abdul Qadir al-Jilani, bahwa ia adalah “malam yang diberkati Allah” (lailah mubarakah). Malam tersebut disebut juga dengan “malam pembebasan” (lailatul bara’ah).   Disebut malam yang diberkati (mubarakah) karena di dalamnya turun rahmat, keberkahan, kebaikan, dan pengampunan bagi manusia, jin dan penduduk bumi yang lain. Beliau menegaskan: 

  ومنها سمي ليلة البراءة مباركة لما فيها من نزول الرحمة والبركة والخير والعفو والغفران لأهل الأرض 

“Dan di antaranya, malam pembebasan disebut dengan ‘mubarakah’ (yang diberkati) karena di dalamnya terdapat turunnya rahmat, keberkahan, kebaikan, dan pengampunan bagi penduduk bumi.” (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 278). 

Untuk menindaklanjuti keistimewaan Malam Nisfu Sya'ban, para ulama mengajarkan kepada kita untuk menggunakan malam itu untuk meningkatkan amal kebaikan, seperti banyak berzikir dan berdoa.

Adapun teknis dan tata cara yang biasa dipraktekkan di masyarakat adalah sebagai berikut berikut:

Setelah shalat maghrib, membaca Surat Yaasiin tiga kali dengan niat:

(1)  Memperoleh umur panjang dalam Iman dan Islam (kemudian berdoa)

(2) Memperoleh perlindungan dari bencana, baik bagi diri sendiri maupun bagi umat Muhammad (kemudian berdoa)

(3)  Memperoleh rezeki yang cukup tanpa tergantung kepada orang lain (kemudian berdoa)

Setiap selesai membaca Surat Yasin, maka diiringi dengan membaca do’a Nishfu Sya’ban. (Kanzunnajah, hal. 158)

Terkait dengan bacaan Yasin 3 kali pada malam Nishfu Sya'ban, berikut adalah penjelasan dari Syaikh Muhammad bin Darwisy :

 وَأَمَّا قِرَاءَةُ سُوْرَةِ يس لَيْلَتَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَالدُعَاءِ الْمَشْهُوْرِ فَمِنْ تَرْتِيْبِ بَعْضِ أهْلِ الصَّلاَحِ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهِ قِيْلَ هُوَ الْبُوْنِى وَلاَ بَأْسَ بِمِثْلِ ذَلِكَ

“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad  sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al Buni, dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk”. (Asnal Mathalib, hal. 234)

Malam Nisfu Sya'ban adalah malam yang istimewa yang perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal ibadah di dalamnya seperti yang diajarkan para ulama.

Apalah artinya keistimewaan Malam Nisfu Sya'ban jika kita tidak pandai memanfaatkannya?.



Penulis

Aniq Abdullah, S.Pd.I

(Guru Tafsir MA NU Miftahul Falah)

Posting Komentar

0 Komentar