Kudus, manu-miffa.sch.id — Mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027, MA NU Miftahul Falah Cendono menyelenggarakan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sebagai langkah awal membangun kesiapan akademik dan karakter murid baru. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pengenalan kurikulum madrasah yang disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ainna Koiron Nawali. M.Pd, di aula utama madrasah.
Dalam paparannya, Ainna Koiron Nawali menegaskan bahwa kurikulum memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang unggul, baik dari sisi akademik maupun spiritual.
"Kurikulum adalah pedoman pembelajaran kita untuk membentuk murid
yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam
pemahaman agama dan memiliki karakter yang kokoh," ujarnya dihadapan para peserta MATAMUDA.
Selain itu, Ainna juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan
sistem pembelajaran antara jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. Menurutnya, pada jenjang
madrasah aliyah murid mulai diarahkan sesuai minat dan bakat melalui program
peminatan.
"Di tingkat SMP maupun MTs, murid belum memasuki penjurusan.
Sementara di MA, murid mulai diarahkan melalui program peminatan yang meliputi
Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa." jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa MA NU Miftahul Falah Cendono mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan dua pilar utama, yaitu Kurikulum Cinta yang berlandaskan semangat Kurikulum Merdeka serta Kurikulum Salaf sebagai ciri khas pendidikan pesantren. Perpaduan tersebut menjadi identitas madrasah dalam melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kedalaman spiritual, serta akhlakul karimah.
Sebagai bentuk penguatan kompetensi murid, MA NU Miftahul Falah
Cendono juga menghadirkan sejumlah program unggulan yang dapat menjadi wadah
pengembangan bakat dan keterampilan murid, di antaranya Program Tahfidz
Al-Qur'an, Program Otomotif, Program Tata Boga, dan Program Riset Media.
Program-program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan
sekaligus kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Menutup penyampaian materinya, Ainna mengajak seluruh murid baru
untuk mulai menanamkan identitas sebagai Santri MIFFA. Menurutnya, menjadi
Santri MA NU Miftahul Falah bukan hanya mengenakan seragam madrasah, tetapi juga mengamalkan
nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan empat karakter utama yang harus dimiliki setiap
Santri MA NU Miftahul Falah, yaitu berakhlak mulia, ta'dzim kepada guru, mampu bergaul dengan
seluruh teman tanpa membeda-bedakan, serta menjunjung tinggi kedisiplinan dalam
setiap aktivitas belajar maupun kehidupan di madrasah.
Melalui kegiatan pengenalan kurikulum pada MATAMUDA Tahun Pelajaran
2026/2027 ini, MA NU Miftahul Falah Cendono berharap seluruh murid baru mampu
beradaptasi dengan lingkungan madrasah, memahami arah pembelajaran yang akan
ditempuh, serta termotivasi untuk mengukir prestasi akademik maupun
nonakademik. Dengan bekal kurikulum yang terintegrasi antara nilai-nilai
keislaman, ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan, madrasah optimistis
dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi
tantangan masa depan.
Penulis:
Aulia Himmatul Tsuroyya, S.Pd - Zakania Tazkiyatal Azkia (XIA)




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 Komentar