MATAMUDA MA NU Miftahul Falah Bekali Murid Baru dengan Nilai Keindonesiaan dan Kebhinekaan

{[["☆","★"]]}

 

Kudus, manu-miffa.sch.id — MA NU Miftahul Falah terus memperkuat pembentukan karakter murid baru melalui pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu materi yang menjadi perhatian utama adalah Ke-Indonesiaan dan Kebinekaan, sebagai bekal untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta sikap moderat dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengawali pemaparannya, Moh. Sahlan menanamkan rasa persaudaraan kepada seluruh murid. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun sejak awal akan menjadi fondasi terciptanya lingkungan belajar yang harmonis dan saling menghargai.

"Kita semua adalah satu keluarga. Keluarga kecil kita adalah MA NU Miftahul Falah, sedangkan keluarga besar kita adalah bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita saling menghormati, saling membantu, dan menjaga persatuan di mana pun kita berada," tuturnya.

Dalam sesi sejarah kebangsaan, Moh. Sahlan mengajak murid memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Ia memaparkan bagaimana bangsa Indonesia pernah mengalami masa penjajahan oleh Portugis, Belanda, dan Jepang sebelum akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Murid juga dikenalkan dengan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut menjadi landasan utama dalam menjaga persatuan dan kehidupan berbangsa.

Menurut Moh. Sahlan, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman moral yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamalan lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pada akhir materi, murid diajak mengimplementasikan semangat Bela Negara melalui tindakan sederhana namun bermakna sebagai seorang pelajar madrasah. Sikap disiplin, menaati tata tertib, bersungguh-sungguh dalam belajar, menjaga akhlak, serta memiliki etika digital menjadi bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Di era digital seperti sekarang, bela negara tidak hanya dilakukan di medan perjuangan. Sebagai pelajar, kita dapat menunjukkan rasa cinta tanah air dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memecah persatuan bangsa," pesannya.

Melalui materi Ke-Indonesiaan dan Kebinekaan dalam MATAMUDA, MA NU Miftahul Falah berharap seluruh murid baru memiliki karakter yang religius, nasionalis, moderat, serta mampu menjadi generasi penerus yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman. Sejalan dengan semangat madrasah, murid diharapkan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.


Penulis:

Aulia Himmatus Tsuroyya, S,Pd - Adiba Ulya Kamilia

Posting Komentar

0 Komentar