PERKUAT KARAKTER DAN SPIRIT KEILMUAN, MA NU MIFTAHUL FALAH GELAR ZIARAH MUASSIS

{[["☆","★"]]}

 

Kudus, manu-miffa.sch.id — Dalam upaya menanamkan nilai keteladanan sekaligus menjaga tradisi penghormatan kepada para pendiri lembaga pendidikan, keluarga besar MA NU Miftahul Falah melaksanakan kegiatan Ziarah Makam Muassis (Pendiri) Madrasah pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB dan diikuti oleh seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik putra.

Sementara itu, peserta didik putri mengikuti doa bersama yang dilaksanakan secara khidmat di Gedung MA NU Miftahul Falah. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menanamkan karakter religius, rasa hormat kepada ulama, serta mengenalkan sejarah perjuangan para muassis kepada generasi muda.

Kegiatan ziarah diawali dengan pembacaan Hadrah, tahlil dan doa bersama kepada para pendiri madrasah yang telah berjasa dalam membangun dan mengembangkan MA NU Miftahul Falah hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terus dipercaya masyarakat.

Tradisi ziarah makam muassis merupakan agenda rutin satu bulan sekali yang senantiasa dijaga keberlangsungannya sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri. Selain sebagai amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter agar peserta didik memahami bahwa kemajuan sebuah lembaga tidak terlepas dari perjuangan, keikhlasan, dan doa para ulama terdahulu.

Penanggung jawab porgram ziarah, Moh. Sahlan, S.Pd., menyampaikan bahwa ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan para muassis.

"Melalui ziarah ini, kita diajak mengenang sekaligus meneladani perjuangan para muassis yang telah meletakkan dasar berdirinya madrasah dengan penuh keikhlasan. Nilai pengabdian, ketulusan, dan semangat mencari ilmu yang mereka wariskan harus terus hidup dalam diri seluruh warga madrasah," ujar Moh. Sahlan.

Ia menambahkan bahwa keberadaan MA NU Miftahul Falah hingga saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri yang mengutamakan pendidikan, akhlak, dan pembentukan karakter generasi muda.

"Kemajuan madrasah yang kita rasakan hari ini merupakan buah dari perjuangan para ulama dan pendiri terdahulu. Tugas kita adalah menjaga amanah tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, berakhlak mulia, serta terus mengembangkan prestasi tanpa melupakan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an," tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti seluruh peserta. Para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengikuti setiap rangkaian doa dengan penuh penghormatan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para muassis yang telah mewariskan lembaga pendidikan yang hingga kini terus berkembang.

Di sisi lain, peserta didik putri yang mengikuti doa bersama di lingkungan madrasah juga melaksanakan rangkaian tahlil dan doa dengan khidmat. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa seluruh warga madrasah, baik yang mengikuti ziarah secara langsung maupun yang berdoa di madrasah, memiliki tujuan yang sama, yakni memohon keberkahan ilmu, keselamatan, serta kelancaran seluruh aktivitas pendidikan di MA NU Miftahul Falah.

Pelaksanaan ziarah makam muassis juga menjadi sarana penguatan pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami pentingnya menghormati guru, ulama, dan para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

Nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, tanggung jawab, serta semangat berkhidmah yang diwariskan para muassis diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik dalam menjalani proses belajar di madrasah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MA NU Miftahul Falah kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan akhlak mulia. Tradisi ziarah kepada para muassis diharapkan terus menjadi pengingat bahwa keberhasilan hari ini tidak dapat dipisahkan dari doa, perjuangan, serta pengorbanan para pendiri madrasah yang telah mengabdikan hidupnya demi kemajuan pendidikan Islam.

 

Penulis: Humas MA NU Miftahul Falah

Posting Komentar

0 Komentar