Sementara itu, peserta didik putri mengikuti doa bersama yang
dilaksanakan secara khidmat di Gedung MA NU Miftahul Falah. Seluruh rangkaian
kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menanamkan karakter
religius, rasa hormat kepada ulama, serta mengenalkan sejarah perjuangan para
muassis kepada generasi muda.
Kegiatan ziarah diawali dengan pembacaan Hadrah, tahlil dan doa
bersama kepada para pendiri madrasah yang telah berjasa dalam membangun dan
mengembangkan MA NU Miftahul Falah hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan
yang terus dipercaya masyarakat.
Tradisi ziarah makam muassis merupakan agenda rutin satu bulan
sekali yang senantiasa dijaga keberlangsungannya sebagai bentuk penghormatan
terhadap jasa para pendiri. Selain sebagai amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah
An-Nahdliyah, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter agar
peserta didik memahami bahwa kemajuan sebuah lembaga tidak terlepas dari
perjuangan, keikhlasan, dan doa para ulama terdahulu.
Penanggung jawab porgram ziarah, Moh. Sahlan, S.Pd., menyampaikan
bahwa ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk
menumbuhkan rasa syukur sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan para
muassis.
"Melalui ziarah ini, kita diajak mengenang sekaligus
meneladani perjuangan para muassis yang telah meletakkan dasar berdirinya
madrasah dengan penuh keikhlasan. Nilai pengabdian, ketulusan, dan semangat
mencari ilmu yang mereka wariskan harus terus hidup dalam diri seluruh warga
madrasah," ujar Moh. Sahlan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan MA NU Miftahul Falah hingga saat
ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri yang mengutamakan
pendidikan, akhlak, dan pembentukan karakter generasi muda.
"Kemajuan madrasah yang kita rasakan hari ini merupakan buah
dari perjuangan para ulama dan pendiri terdahulu. Tugas kita adalah menjaga
amanah tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, berakhlak mulia, serta terus
mengembangkan prestasi tanpa melupakan nilai-nilai keislaman dan
ke-NU-an," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kekhusyukan tampak
menyelimuti seluruh peserta. Para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik
mengikuti setiap rangkaian doa dengan penuh penghormatan sebagai bentuk rasa
terima kasih kepada para muassis yang telah mewariskan lembaga pendidikan yang
hingga kini terus berkembang.
Di sisi lain, peserta didik putri yang mengikuti doa bersama di
lingkungan madrasah juga melaksanakan rangkaian tahlil dan doa dengan khidmat.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa seluruh warga madrasah, baik yang
mengikuti ziarah secara langsung maupun yang berdoa di madrasah, memiliki
tujuan yang sama, yakni memohon keberkahan ilmu, keselamatan, serta kelancaran
seluruh aktivitas pendidikan di MA NU Miftahul Falah.
Pelaksanaan ziarah makam muassis juga menjadi sarana penguatan
pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami
pentingnya menghormati guru, ulama, dan para pendahulu yang telah berjasa dalam
membangun peradaban melalui pendidikan.
Nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, tanggung jawab, serta semangat
berkhidmah yang diwariskan para muassis diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi
seluruh peserta didik dalam menjalani proses belajar di madrasah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MA NU Miftahul Falah kembali
menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya
berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter,
spiritualitas, dan akhlak mulia. Tradisi ziarah kepada para muassis diharapkan
terus menjadi pengingat bahwa keberhasilan hari ini tidak dapat dipisahkan dari
doa, perjuangan, serta pengorbanan para pendiri madrasah yang telah mengabdikan
hidupnya demi kemajuan pendidikan Islam.
Penulis: Humas MA NU Miftahul Falah


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 Komentar