Ziarah Wali Perkuat Spirit Keimanan dan Loyalitas Pengabdian Warga Madrasah NU Miftahul Falah

{[["☆","★"]]}

 

Lingkungan makam Sunan Kalijaga yang ramai peziarah dari berbagai penjuru daerah, Sabtu ( 27/6/2026)

Kudus, manu-miffa.sch.id — Pengurus Madrasah NU Miftahul Falah bersama Dewan Mustasyar, para kepala madrasah, pimpinan pondok pesantren, serta jajaran struktural dari seluruh unit pendidikan RA, MI, MTs, MA, SMK, dan Pondok Pesantren melaksanakan kegiatan ziarah ke makam para wali dan auliya pada Sabtu, 27 Juni 2026, bertepatan dengan 12 Muharram 1448 H. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan pengabdian dalam membangun kualitas pendidikan di lingkungan Madrasah NU Miftahul Falah.

Rangkaian ziarah diawali dengan perjalanan menuju makam Sunan Kalijaga di Demak, kemudian berziarah ke sejumlah makam auliya di Kabupaten Temanggung, yaitu Ki Ageng Makukuhan di Kedu, Wali Limbung di Kawangan Ngadirejo, dan Raden Trenggono di Candiroto. Seluruh rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir, tasbih, shalawat, istighfar, dan doa bersama yang dipimpin oleh Dewan Mustasyar, pengurus yayasan, serta para kepala madrasah.

Ziarah dan wasilah doa di makam Ki Ageng Makukuhan Kedu, Sabtu ( 27/6/2026)

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan juga merupakan manifestasi komitmen warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Melalui ziarah kepada para kekasih Allah SWT, peserta diajak untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Sang Pencipta dengan mengingat kematian, mengenang perjuangan para ulama, sekaligus meneladani akhlak, keikhlasan, dan semangat dakwah para wali yang telah menyebarkan Islam secara damai di Nusantara.

Dalam wawancara usai kegiatan, mewakili pengurus Madrasah NU Miftahul Falah, Bapak Ali Ahmadi, menegaskan bahwa ziarah wali memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengunjungi makam para tokoh penyebar Islam.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga tradisi keagamaan warga Nahdliyyin, sekaligus mengingat perjuangan para wali yang telah mengajarkan Islam dengan penuh hikmah, kasih sayang, dan keteladanan. Kami ingin seluruh pimpinan lembaga pendidikan di bawah Madrasah NU Miftahul Falah memiliki semangat yang sama dalam meneruskan perjuangan tersebut melalui dunia pendidikan," ungkap Ali Ahmadi.

Menurutnya, keberadaan seluruh unsur pimpinan madrasah mulai dari RA, MI, MTs, MA, SMK hingga Pondok Pesantren dalam satu rombongan menjadi simbol kuatnya persatuan dan sinergi antarunit pendidikan.

"Momentum ini bukan hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat silaturahmi, rasa kekeluargaan, dan kebersamaan antar pengurus, kepala madrasah, serta seluruh jajaran struktural. Dengan kebersamaan yang semakin kuat, kami optimistis pelayanan pendidikan kepada masyarakat juga akan semakin berkualitas," tambahnya.

Ziarah dan wasilah doa di makam Wali Limbung Kawangan Ngadirejo Temanggung, Sabtu ( 27/6/2026)

Ali Ahmadi juga menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai keteladanan para wali kepada seluruh pemimpin lembaga pendidikan agar semangat dakwah mereka dapat diterjemahkan dalam bentuk pengabdian yang tulus di lingkungan madrasah.

"Para wali berdakwah dengan akhlak yang mulia, penuh kesabaran, serta mampu merangkul masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai inilah yang ingin kami wariskan kepada seluruh keluarga besar Madrasah NU Miftahul Falah agar menjadi budaya kerja dalam mendidik generasi penerus bangsa," jelasnya.

Lebih jauh, Pengurus Madrasah NU Miftahul Falah berharap kegiatan ziarah ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan lembaga. Spirit religius yang tumbuh melalui doa bersama di makam para auliya diharapkan mampu melahirkan semangat pengabdian yang lebih tinggi, loyalitas terhadap lembaga, serta tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan.

Ziarah dan wasilah doa di makam Raden Trenggono Candiroto Temanggung, Sabtu ( 27/6/2026)

Di tengah perjalanan ziarah, semangat kebersamaan juga dirasakan oleh seluruh peserta. Salah seorang peserta, Bapak Ahmad Habib Abdu'i, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti agenda rutin tersebut. Baginya, kegiatan ziarah memberikan pengalaman spiritual yang mendalam sekaligus mempererat hubungan antarpimpinan lembaga.

"Saya merasa sangat senang dan bahagia dapat mengikuti kegiatan ziarah ini. Agenda seperti ini sangat bermanfaat karena selain menambah keimanan, kami juga bisa mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarbagian lembaga pendidikan di bawah naungan Madrasah NU Miftahul Falah. Dalam perjalanan, kami saling berdiskusi, saling mengenal lebih dekat, dan bersama-sama berdoa untuk kemajuan madrasah. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara istiqamah," tuturnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa ziarah tidak hanya menghadirkan dimensi ibadah secara individual, tetapi juga memperkuat sinergi kelembagaan melalui interaksi yang hangat di antara seluruh peserta. Momentum kebersamaan selama perjalanan menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih erat, memperkuat koordinasi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lembaga yang sama-sama mereka perjuangkan.

Pojok makam Wali Limbung yang menjelaskan nama lengkap seorang wali tersebut, Sabtu ( 27/6/2026)

Nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut meliputi peningkatan keimanan kepada Allah SWT, penguatan ukhuwah Islamiyah, kebersamaan antarpimpinan lembaga pendidikan, serta pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan ulama. Dengan fondasi spiritual yang kokoh, seluruh unsur pimpinan diharapkan mampu menghadirkan budaya kerja yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

keterangan nama lengkap Raden Trenggonoyang yang terdapat dalam pintu memasuki makam, Sabtu ( 27/6/2026)

Bagi Madrasah NU Miftahul Falah, ziarah para wali bukan hanya menjadi perjalanan religi, tetapi juga perjalanan reflektif untuk memperbarui niat dalam mengemban amanah pendidikan. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, nilai-nilai perjuangan para wali menjadi inspirasi agar setiap langkah pengabdian selalu berpijak pada keikhlasan, kebijaksanaan, dan semangat melayani.

Melalui kegiatan ini, Pengurus Madrasah NU Miftahul Falah berharap seluruh keluarga besar madrasah semakin solid dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul, religius, dan berdaya saing. Dengan semangat yang diwariskan para wali, diharapkan lahir generasi peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan berprestasi dalam berbagai bidang, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecintaan kepada ulama, semangat kebangsaan, serta kesiapan menjadi penerus perjuangan Islam yang rahmatan lil 'alamin.


Reporter,

Posting Komentar

0 Komentar